Kolam garam tidak membersihkan dirinya sendiri. Generator klorin hanya mengubah garam menjadi klorin, sedangkan kotoran di dinding dan dasar kolam tetap harus diangkat dengan sikat dan vakum. Kalau baru pertama kali mengurus kolam jenis ini, ikuti urutan kerja berikut supaya tidak ada bagian yang terlewat dan peralatan tetap awet.
Alat yang Wajib Disiapkan
Sebelum mulai, kumpulkan semua alat di tepi kolam. Bolak-balik ke gudang di tengah proses hanya membuat kerja lebih lama dan air lebih banyak tercecer di deck.
- Sikat dinding berbulu nilon untuk dinding fiber atau vinil, dan sikat kawat hanya untuk kolam beton berplester.
- Selang teleskopik dengan kepala vakum, panjang disesuaikan lebar kolam.
- Jaring daun berbingkai lebar untuk permukaan air.
- Test kit untuk mengukur kadar garam, pH, dan klorin bebas.
- Keranjang skimmer cadangan agar kotoran bisa langsung dibuang tanpa menghentikan pekerjaan.
Siapkan juga ember berisi air kolam untuk membilas alat. Air keran boleh dipakai untuk membilas sikat, tetapi jangan dipakai menambah volume kolam dalam jumlah banyak karena dapat mengubah keseimbangan kimia.
Urutan Pembersihan yang Benar
Urutan kerja menentukan hasil. Kalau menyikat dinding lebih dulu lalu menjaring daun di akhir, kotoran yang jatuh dari permukaan akan mengendap lagi di dasar. Mulailah dari atas, turun ke bawah.
1. Matikan pompa dan generator
Hentikan pompa sebelum mengeruk atau menyikat. Aliran air dari return jet membuat kotoran sulit dikumpulkan dan mengganggu pandangan ke dasar kolam. Generator klorin juga perlu dimatikan selama pembersihan intensif agar selnya tidak bekerja saat kadar garam berubah drastis.
2. Jaring sampah di permukaan
Keruk daun, serangga, dan rumput yang mengapung. Lakukan dari sisi berlawanan arah angin supaya kotoran terdorong ke jaring, bukan menjauh. Bersihkan keranjang skimmer setelah selesai. Keranjang yang penuh membuat pompa bekerja lebih berat dan aliran ke generator melemah.
3. Sikat dinding, tangga, dan garis air
Sikat dari garis air ke bawah dengan gerakan vertikal, lalu lanjutkan pada tangga, lampu, dan sudut kolam. Bagian ini paling sering ditumbuhi lapisan tipis yang terasa licin saat disentuh. Untuk melihat tanda khas kolam garam dan cara mengatasinya, baca kesalahan perawatan kolam garam yang paling sering dilakukan pemilik rumah.
4. Vakum dasar kolam
Sambungkan kepala vakum ke selang, isi selang dengan air sampai gelembung udara habis, lalu tutup ujungnya sebelum dimasukkan ke kolam. Sambungkan ke port skimmer atau vacuum plate, lalu nyalakan pompa. Bergerak perlahan agar endapan tidak terangkat dan menyebar. Kalau air keruh setelah divakum, kemungkinan filter perlu dibersihkan lebih dulu.
5. Bersihkan keranjang pompa dan filter
Matikan pompa, buka rumah keranjang, dan buang semua kotoran. Untuk filter kartrid, semprot dengan selang bertekanan sedang dari atas ke bawah. Untuk filter pasir, jalankan posisi backwash sampai air buangan terlihat bening, lalu bilas sebentar sebelum kembali ke posisi filter.
6. Periksa sel generator klorin
Sel generator perlu diperiksa beberapa bulan sekali. Kalau ada lapisan putih keras di pelatnya, rendam sesuai petunjuk pabrikan. Jangan mengeruk dengan benda logam karena lapisan tipis pada pelat mudah rusak dan sel tidak lagi menghasilkan klorin secara optimal.
Frekuensi Pembersihan yang Realistis
Seberapa sering membersihkan tergantung pada lingkungan sekitar kolam. Kolam yang dikelilingi pohon dan sering dipakai tentu lebih cepat kotor dibanding kolam di halaman terbuka.
| Kegiatan | Frekuensi |
|---|---|
| Jaring sampah permukaan | 2-3 kali seminggu |
| Sikat dinding dan garis air | Sekali seminggu |
| Vakum dasar | Sekali seminggu |
| Bersihkan keranjang skimmer | Setiap kali menjaring |
| Filter kartrid | Dua minggu sekali atau saat tekanan naik |
| Pemeriksaan sel generator | Tiga bulan sekali |
Kalau hujan deras atau kolam dipakai banyak orang dalam satu hari, jadwalkan pembersihan tambahan. Setelah hujan, daun dan tanah paling banyak masuk lewat permukaan, jadi jaring dulu sebelum kotoran tenggelam.
Perawatan Air Setelah Dibersihkan
Pembersihan fisik tidak menghilangkan kebutuhan pengujian air. Setelah semua kotoran diangkat, ukur kadar garam, pH, alkalinitas, dan klorin bebas. Kadar garam yang tepat penting karena generator klorin bergantung padanya. Kalau angkanya di bawah atau di atas rentang yang disarankan, sesuaikan bertahap dan jangan menambah garam sebanyak sekaligus tanpa pengukuran. Langkah lengkapnya ada di panduan cara mengatur kadar garam kolam renang.
Untuk menjaga kejernihan harian setelah pembersihan besar, jalankan pompa minimal 8 jam sehari dan cek klorin bebas agar tetap berada di rentang ideal. Rutinitas singkat ini tercantum pada panduan cara menjaga kejernihan air kolam garam.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
- Menyikat dengan sikat kawat di kolam vinil. Permukaan vinil mudah tergores dan goresan itu menjadi tempat menempelnya kotoran berikutnya.
- Vakum tanpa mengisi selang. Udara yang tersisa membuat pompa kehilangan daya hisap dan bisa berjalan kering beberapa saat.
- Menambah garam tanpa mengukur. Kelebihan garam hanya bisa dikurangi dengan menguras sebagian air, dan itu membuang waktu serta biaya.
- Membiarkan keranjang skimmer penuh. Aliran air berkurang, kolam lambat bersih, dan pompa bekerja lebih keras.
- Menutup kolam dengan penutup saat kadar kimia belum stabil. Perbaiki dulu keseimbangan air, baru pasang penutup.
Menyimpan Alat Agar Tahan Lama
Setelah selesai, bilas semua alat dengan air bersih dan keringkan sebelum disimpan. Selang yang dibiarkan terlipat bertumpuk bisa retak di lipatannya. Gantung selang memanjang di dinding gudang, dan simpan sikat dalam posisi kepala menghadap ke atas supaya bulunya tidak tertekan. Sikat yang bulunya sudah mekar tidak lagi efektif mengangkat lapisan di dinding, jadi ganti saat kondisinya sudah jelas rusak.
Catat hasil pengukuran air di buku atau aplikasi sederhana setiap kali selesai membersihkan. Catatan beberapa minggu membantu membaca pola, misalnya kapan klorin cepat turun atau kapan daun paling banyak masuk. Dengan begitu, jadwal perawatan menyesuaikan kondisi kolam sendiri, bukan sekadar mengikuti panduan umum.
Bila pompa, generator, atau sistem filtrasi menunjukkan gejala tidak biasa seperti bunyi kasar, kebocoran, atau klorin yang tetap rendah meski garam cukup, hentikan penggunaan dan panggil teknisi kolam. Pekerjaan kelistrikan dan pembongkaran komponen internal sebaiknya tidak dilakukan sendiri tanpa pengalaman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kolam garam perlu diberi klorin tambahan?
Pada kondisi normal, generator menghasilkan klorin dari garam sehingga tidak perlu tambahan. Namun setelah hujan deras, pemakaian ramai, atau saat suhu sangat tinggi, klorin bisa turun cepat dan penambahan sesuai hasil pengukuran mungkin diperlukan. Ukur dulu, baru putuskan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan kolam ukuran rumah?
Untuk kolam rumah berukuran sedang, menyaring permukaan, menyikat dinding, dan memvakum dasar umumnya memakan waktu satu sampai dua jam. Bersihkan keranjang dan filter setelahnya, dan periksa sel generator sesuai jadwal.
Bolehkah memakai vacuum robot untuk kolam garam?
Boleh, selama modelnya memang dirancang untuk air asin. Robot membantu pekerjaan rutin, tetapi tetap perlu sikat manual pada garis air dan sudut yang sulit dijangkau robot. Periksa juga bagian kabel dan sikatnya secara berkala agar tidak berkarat.